Prestasi Serena Williams Dan Cedera Inflasi Lututnya

Prestasi Serena Williams Dan Cedera Inflasi Lututnya – Serena Williams terpaksa tidak bisa mengikuti partai pembuka AS, pada Piala Hopman. Hal itu dikarenakan dirinya mengalami inflamasi di bagian lututnya. Kondisi pemain tenis putri terbaik  dunia ini, juga mengganggu persiapan jelang Australia Terbuka 2016 nanti. Lalu siapa penggantinya dan apakah cederanya bisa segera pulih?

Prestasi Serena Williams Dan Cedera Inflasi Lututnya

Alasan Serena Williams  mundur dari kompetisi Australia Terbuka

Petenis yang sudah brusia 34 tahun tersebut, pada mulanya dijadwalkan tampil di partai resmi pertama, mulai AS Terbuka di bulan September tahun lalu. Agar bisa memperkuat AS pada turnamen beregu di ajang Piala Hopman melawan Ukraina. Serena bahkan pernah menjalani sesi pemanasan pada 4 januari 2016 di Pert Arena. Kemudian lebih memilih untuk mengundurkan diri. Vicky Duval kemudian didapuk untuk menggantikan dirinya.

Mengingat kompetisi Australia Terbuka akan digelar pada pertengan bulan Januari 2016, cedera yang dialami Serena sangat merisaukan. Karena di akhir tahun 2015, petenis ini juga mengalami permasalahan fisik. Tetapi dia dengan tegas mengatakan, kalau dia tidak mengalami gangguan kesehatan apapun berkaitan dengan fisiknya. Bahkan dia menegaskan kalau bisa mengikuti partai selanjutnya, saat melawan Australia Gold pada hari Selasa, 5 Januari 2016.

Serena mengaku sangat kecewa tidak mampu bermain di Perth, padahal dirinya sangat ingin membela As dalam kompetisi tersebut. Sayang, inflamasi pada lutut, memaksa dirinya harus istirahat total untuk beberapa waktu. Tetapi dia sangat optimis dapat terjun di lapangan, saat melawan Aussie Gold.

Petenis hebat lainnya juga memperkuat tim AS dalam kompetisi tenis dunia tersebut. Seperti Jack Sock yang terlibat dalam turnamen beregu campuran. Tetapi dirinya baru saja menerima kekalahan dari tim Ukraina dengan skor 1-2. Selain harus berhadapan dengan Australia Gold, tim AS juga harus melawan tim Republik Ceko.

Serena Williams mampu bertahan sebagai ratu tenis dunia selama 150 pekan

Kompetisi tenis musim 2015 sudah usai dan musim 2016 baru saja dimulai. Semangat Serena masih menggebu-gebu, untuk terus menciptakan torehan prestasi mengagumkan. Serena berhasil menduduki peringkat pertama, dalam daftar petenis putri dunia. Prestasi ini tercatat pada 18 Februari 2013 silam. Peringkat ini diperolehnya dengan kerja keras dan bahkan menderita cedera, yang sangat mengancam kariernya sebagai petenis.

Sejak hari itu, namanya sebagai ratu tenis dunia tidak pernah tergeser oleh petenis lainnya sampai dengan 28 Desember 2015. Sehingga dia berhasil mempertahankan gelar tersebut hingga pekan ke 150 berturut-turut. Prestasinya itu dinilai sebagai yang terpanjang nomo rtiga dalam sejarah WTA. Serena hanya terpaut tipis dengan petenis Martina Navratilova, dimana petenis ini mampu menduduki peringkat pertama dunia selama 156 pekan secara berturut-turut dan berlangsung sepanjang tahun 1982 hingga 1985.

Saat ini rentetan paling lama yang berhasil menempati peringkat pertama dalam sejarah WTA adalah Steffi Graf. Karena petens ini mampu bertengger di peringkat teratas hingga 186 pekan, yang berlangsung pada periode tahun 1987 hingga 1991. Kedua disusul oleh Martina Navratilova dan Serena Williams.

Serena Williams terpaksa menderita kegagalan sebagai juara dalam ajang AS Terbuka yang digelar tahun lalu. Dirinya sangat kecewa dan kesal, padahal sudah bermain dengan sebaik mungkin. Namun kekalahan itu tidak membuat terpuruk, karena bisa segera bangkit dari kesedihan. Memang dirinya sangat diandalkan untuk memenangkan ajang AS Terbuka tersebut.

Petenis putri ini juga dianggap memiliki potensi untuk bisa meraih calendar slam. Sebelumnya dia mendapatkan titel grand slam 4 kali berturut-turut. Dimulai saat dia mampu merebut juara pada kompetisi AS Terbuka di tahun 2014 silam. Sayang, Serena harus mengakui kehebatan lawannya, Roberta Vinci, yang merupakan petenis asal Italia. Dia dikalahkan di partai empat besar.

Untuk mengusir kejenuhan dan rasa penyesalannya tidak mampu menjadi juara pada ajang tersebut, Serena mengalihkan kesediahannya dengan menggeluti dunia fashion yang sangat disenanginya. Baginya dunia ini sangat menyenangkan dan bisa membuatnya selalu bahagia dalam keadaan apapun. Kali ini dengan cedera yang dialaminya, dirinya bertekat untuk bisa memberikan yang terbaik bagi negaranya. Sehingga bisa mengharumkan bangsa di kancah dunia. berbagai usaha terbaik mulai dari Prestasi Serena Williams Dan Cedera Inflasi Lututnya dilakukan Serena Williams.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *